Kemenag Bekali Literasi Agama Lintas Budaya Bagi Guru Madrasah

1
12
Kemenag Bekali Literasi Agama Lintas Budaya Bagi Guru Madrasah
Kemenag Bekali Literasi Agama Lintas Budaya Bagi Guru Madrasah

Ibadah.co.id –Dalam rangka menguatkan moderasi beragama di kalangan madrasah, Kementerian Agama tengah berupaya memberikan pembekalan tentang literasi agama lintas budaya.

Hal ini disampaikan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah M Zen saat membuka Workshop Pengembangan Kompetensi Guru Fikih Madrasah Aliyah/Madrasah Aliyah Keagamaan (MA/MAK) di Tangerang, Kamis (18/2/2021).

Zen mengungkapkan Direktorat GTK Madrasah akan membuat taksforce Moderasi Beragama yang bertugas melakukan penguatan literasi agama lintas budaya bagi guru madrasah.

Terdapat tiga pendekatan yang akan dilakukan. Pertama, personal competence, dimana guru bisa memahami agamanya sendiri dengan baik sehingga tidak salah dalam memberikan pemahaman.

Kedua, comparative competence, dimana guru bisa memahami keberadaan agama orang lain, serta sadar akan keberagamaan yang dimiliki sehingga tidak mudah terdisrupsi informasi.

Ketiga, colaboratif competence, dimana membangun kerjasama antar pemeluk agama dalam kebaikan.

Terkait pembelajaran Fikih, Zen melihat guru perlu mendorong peserta didik untuk berpikir secara lebih terbuka agar wawasannya terbuka sebab Fikih mengajarkan critical thinking/critikal analysis.

Kasubdit bina GTK MA/MAK, M. Sidik Sisdiyanto mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari program 3K, yaitu meningkatkan kualifikasi, meningkatkan kompetensi, dan meningkatkan kesejahteraan guru.

Sidik berharap, dengan kegiatan ini, guru dapat meningkatkan kompetensinya sehingga bisa menjadi agen moderasi beragama.

Untuk mendorong pemanfaatan pembelajaran digital, peserta akan dibekali materi tentang Menjadi Guru Smart, Kreatif dan Inovatif oleh Tim Sampoerna Foundation. Fokusnya, untuk mengenalkan pendekatan bagi guru dalam mendidik anak milenial yang sangat akrab dengan internet.

“Guru harus terbiasa dengan penggunaan internet agar dapat mengarahkan anak didiknya sehingga tidak salah dalam mengakses informasi,” tandasnya. (EA)