Ustadz Das’ad Latif Ingin Dirikan Rumah Moderasi, Menag : Kami Dukung

4
82
Menag Dukung Rencana Ustaz Das’ad Latif Dirikan Rumah Moderasi (Dok. Kemenag)
Menag Dukung Rencana Ustaz Das’ad Latif Dirikan Rumah Moderasi (Dok. Kemenag)

Ibadah.co.id –Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik keinginan Ustadz Das’ad Latif membangun rumah moderasi. Menag Yaqut sangat mendukung niat baik tersebut dan akan membantu mewujudkannya dalam rangka menguatkan moderasi beragama di Indonesia.

“Nanti akan dikolaborasikan dengan rumah moderasi yang sudah ada di kampus-kampus Perguruan Tinggi Keagamaan,” tutur Gus Yaqut di kantor Kementerian Agama Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (10/02).

Menag menyebut kata moderasi beragama digagas oleh mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Menurutnya, ceramah Ustadz Das’ad Lathif selama ini mengandung semangat moderasi beragama, sehingga dapat dijadikan ikon dalam menggaungkan moderasi beragama.

Ustadz Das’ad menjelaskan, rumah moderasi ini sangat mengedepankan toleransi antar umat beragama. Bahkan, rencananya rumah moderasi terbagi atas ruang tamu yang akan dikunjungi tamu-tamu dari berbagai agama untk membahas isu-isu agama.

“Di ruang tamu ini, kami menerima pertanyaan-pertanyaan tentang toleransi beragama, seperti pertanyaan ekstremisme, kerukunan, dan sebagainya. Sedangkan ruang lainnya, ada ruang anak, ruang curhat, ruang halal,” ujar Ustadz Das’ad.

Saat ini, ada 50 ribu penyuluh agama yang tersebar di seluruh Indonesia yang disiapkan sebagai agen moderasi beragama. Gus Yaqut berharap dengan adanya rumah moderasi ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat moderasi serta dapat meredam gejolak masyarakat agar agama tidak dipolitisir.

“Diperkirakan tahun 2023 sudah mulai terjadi gejolak politik. Kalau tidak bergerak cepat maka akan ada pihak-pihak yang menggunakan agama sebagai alat politik. Tahun 2023 adalah waktu pendaftaran,” kata Menag.

Ustadz Das’ad juga berharap semoga niat baiknya mendapat dukungan yang baik terutama dari kementerian agama dan presiden Joko Widodo, sehingga dapat terealisasi dan menciptakan Islam rahmatan lil ‘alamin. (EA)