Indonesia Berpotensi Besar Kuasai Industri Halal Global

2
17
Indonesia Berpotensi Besar Kuasai Industri Halal Global
Indonesia Berpotensi Besar Kuasai Industri Halal Global

Ibadah.co.id – Indonesia disebut-sebut memiliki potensi yang besar untuk menguasai industri halal global. Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah Ventje Rahardjo. Potensi ini mesti dimaksimalkan agar perekonomian Indonesia semakin membaik.

Seperti dilansir tempo.com pada 7/2/21, Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah Ventje Rahardjo menyayangkan masyarakat Indonesia masih mengkonsumsi banyak produk halal dari luar negeri. Padahal kata dia, Indonesia berpotensi besar untuk menjadi produsen produk halal.

“Indonesia memiliki potensi besar untuk berpartisipasi dalam perdagangan global produk halal. Hal juga itu didukung oleh 90 persen muslim,” kata Ventje dalam diskusi Peran Perbankan Syariah dan Momentum Kebangkitan Industri Halal Dunia yang disiarkan secara virtual, Ahad, 7 Februari 2021.

Dia mengatakan industri halal merupakan bagian penting dari ekonomi syariah. Industri halal, kata dia, memiliki potensi yang sangat besar sebagai sumber pertumbuhan baru ekonomi dunia.

Permintaan produk halal oleh konsumen muslim global, meningkat tiap tahun. Dia memperkirakan pengeluaran konsumen sektor industri halal sebesar lebih dari US$ 2 triliun.

Tingkat pengeluaran itu mencerminkan pertumbuhan 3,2 persen sejak 2018. Selain itu, akses keuangan syariah diperkirakan Rp 2,8 triliun pada 2019.

Dia mengatakan Indonesia perlu menjadi produsen produk halal terbesar di dunia dengan membangun ekosistem industri yang kuat dan berdaya saing.

“Hal itu untuk menangkap momentum agar indonesia jadi produsen pusat produk halal dunia,” ujarnya.

Fokus pengembangan tersebut antara lain pengembangan infrastruktur dan kluster industri halal, pengembangan halal standar yg komprehensif, dan peningkatan kontribusi industri halal terhadap necara perdagangan di beberapa sektor-sektor unggulan.

Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah atau KNEKS, Ventje Rahardjo dibutuhkan jaminan sistem produk halal yang terintegrasi, seperti program sertifikasi halal bagi produk buatan dalam negeri.

“Dalam rangka meningkatkan daya saing produk halal Indonesia di mata global, butuh jaminan sistem produk halal yang terintegrasi di Tanah Air,” kata Ventje dalam diskusi Peran Perbankan Syariah dan Momentum Kebangkitan Industri Halal Dunia yang disiarkan secara virtual, Ahad, 7 Februari 2021.

Menurutnya, sertifikasi halal mendorong pembukaan akses terhadap pasar global dan memperluas ekspor. Dengan begitu, kata dia, kualitas produk halal Indonesia akan meningkat di mata dunia.

Jaminan sistem produk halal yang terintegrasi itu, kata dia, bisa diterapkan misalnya pada bahan baku, hasil pertanian, perkebunan, produk hewani, produk hasil perikanan, produk setengah jadi dan produk jadi. Hal itu, kata dia, membutuhkan sinergi dan koordinasi antara semua pihak terkait. Dia yakin, jika jaminan sistem produk halal yang terintegrasi terwujud, rantai pasokan dari produksi produk halal di Indonesia akan terbentuk dan saling menguntungkan. (RB)