Jusuf Hamka, Mantan Jawara Yang Miliki Masjid Indah

1
13
Jusuf Hamka, Mantan Jawara Yang Miliki Masjid Indah
Jusuf Hamka, Mantan Jawara Yang Miliki Masjid Indah

Ibadah.co.id – Tak banyak orang mengenal sosok Muhammad Jusuf Hamka. Ia adalah salah satu orang yang dulu terkenal sebagai jawara. Namun kini ia meninggalkan masa lalunya tersebut. Kini dia memiliki masjid indah yang berada di sekitar wilayah tol Depok – Antasari.

Seperti dilansir tempo.co pada 13/2/21, masyarakat yang melintas di sepanjang jalan tol Depok – Antasari atau tol Desari akan melihat sebuah bangunan masjid dengan ornamen khas Tiongkok. Itu adalah Masjid Babah Alun milik Muhammad Jusuf Hamka.

Masjid ini terletak di kawasan Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Pengguna jalan tol yang hendak beristirahat dapat mampir dan beribadah di sana. “Saya membangun masjid dengan arsitektur Tionghoa sebagai syiar Islam sekaligus wisata religi,” kata Jusuf Hamka pada Jumat, 12 Februari 2021.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan meresmikan pembangunan Masjid Babah Alun pada Agustus 2020. Kini masjid yang berdiri di atas lahan seluas 200 meter persegi itu sudah jadi. Masjid berkelir merah hijau ini mampu menampung 200 jamaah. Namun di masa pandemi Covid-19, kapasitasnya dibatasi hanya 100 orang.

Muhammad Jusuf Hamka menceritakan kisah hidup dan cita-citanya. Pria keturunan Tionghoa asal Samarinda, Kalimantan Timur, ini adalah mantan jawara di Pasar Baru, Jakarta Pusat. “Saya dulunya tukang ‘gelut’ di Pasar Baru,” kata Jusuf. Di sanalah dia lahir dan dibesarkan. Tepatnya di Krekot Bunder, belakang Pasar Metro Atom, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Jusuf masuk islam pada 1981 dan diangkat sebagai anak ideologi oleh ulama Buya Hamka. Pria yang pernah menjadi Ketua RW 03 Pasar Baru ini bercita-cita membangun seribu masjid di Indonesia. Dia membangun masjid pertama di Kalimantan, kemudian membangun Musala Babah Alun di kawasan Ancol dan Masjid Babah Alun di bawah kolong Tol Wiyoto Wiyono, Sunter, Jakarta Utara.

Masjid Babah Alun di pinggir tol Depok – Antasari ini adalah masjid ketiga yang dia bangun. Masjid Babah Alun Desari terdiri dari tiga bangunan, yakni bangunan utama masjid, gedung serba guna, dan pojok halal. Gedung serba guna terletak di lantai atas sisi kiri bangunan masjid dan di lantai dasar adalah tempat wudu.

Di sebelah sisi kanan masjid terdapat pojok halal, seperti minimarket yang menyediakan aneka produk makanan dan minuman. Di atas pojok halal adalah kantor Dewan Kemakmuran Masjid Babah Alun Desari. Bagian atas masjid berbentuk lingkaran mengikuti garis kubah. Di sana terdapat ruang baca.

Mengenai inspirasi desain Tingkok, Jusuf Hamka sampai mengirimkan arsitek beserta 20 pekerja yang membangun masjid ini ke Xinjiang, Cina. Di sana mereka mengamati bentuk bangunan asli ornamen Tiongkok dan tercermin pada bagian jendela, pintu, pilar, sampai atap masjid.

Jusuf Hamka mempersilakan masyarakat memanfaatkan ruang serba guna atau Bale Rakyat di Masjid Babah Alun untuk hajatan. “Gratis, asalkan menjaga kenyamanan sesuai tuntutan Islam. Tidak boleh ada makanan dan minuman haram,” ucap Jusuf Hamka yang bernama Tionghoa Josef Alun. (RB)