Take a fresh look at your lifestyle.

Santri Disebut Bisa Jadi Penggerak Protokol Kesehatan

135

Ibadah.co.id – Santri disebut bisa menjadi penggerak protokol kesehatan. Hal inii disampaikan oleh Kabid Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Masdalina Pane. Cara pertama yang mesti dilakukan santri adalah memulai dari diri sendiri. Seluruh santri mesti menaati protokol kesehatan yang berlaku. Selanjutnya, santri mampu menjadi penggerak dan motivator protokol kesehatan.

Seperti dilansir republika.co.id pada 23/10/20, Kabid Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Masdalina Pane menyampaikan pentingnya peran santri dalam upaya menangkal Covid-19. Santri bisa melibatkan diri secara langsung dalam pencegahan Covid-19 minimal di lingkungannya sendiri.

Masdalina mengatakan santri bagian penting untuk pembangunan kesehatan. Selama ini ahli kesehatan sudah biasa bekerjasama dengan santri dan ulama. Contohnya dalam program Keluarga Berencana dan vaksin halal.

Cara paling simpel bagi santri untuk menangkal Covid-19 ialah menaati protokol kesehatan (prokes) yaitu jaga jarak, pakai masker dan rajin cuci tangan. Kepatuhan terhadap prokes bisa mengubah gaya hidup santri menjadi lebih bersih dan sehat.

“Santri bisa jadi motivator dan penggerak prokes agar bisa ditaati. Nabi sudah ajarkan prinsip karantina, tinggal ditaati saja,” kata Masdalina dalam talkshow Peringatan Hari Santri di akun youtube BNPB pada Kamis (22/10).

Untuk saat ini, Masdalina menyebut pemerintah belum bisa memfasilitasi vaksinasi. Sehingga tiap individu perlu saling melindungi dengan kepatuhan pada prokes.

“Santri-santri dan semua diminta tingkatkan antibodi karena antivirusnya masih dalam proses,” ujar Masdalina.

Masdalina menyoroti santri tinggal dalam populasi Pondok Pesantren (Ponpes) relatif waktu cukup lama. Populasi Ponpes lebih padat dari rumah sehingga resiko transmisi Covid-19 lebih besar.

“Tapi jika tidak banyak terhubung dengan dunia luar Insya Allah lebih aman. Beberapa Ponpes sudah pakai testing. Tapi dikhawatirkan pengunjung dari luar bisa saja sudah tertular,” ucap Masdalina.

Oleh karena itu, Masdalina mengingatkan pentingnya upaya testing dan surveilans selain kepatuhan terhadap prokes. Ia mengimbau agar Ponpes menerima petugas kesehatan yang akan melakukan pengecekan. “Kalau ada petugas kesehatan ke Ponpes mohon dukungan. Santri kalau ada gejala ringan (Covid-19) mohon dilaporkan agar tindakan yang bisa dilakukan lebih efektif,” tutur Masdalina. (RB)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy