Ibadah.co.id-Dalam pertemuan banom NU Gersik Putih, Minggu (19/04), di kediaman ketua Tanfidziyah Pimpinan Ranting Nadhlatul Ulama Gersik Putih yang dihadiri para pimpinan banom, seperti IPNU, IPPNU, Muslimat, Fatayat, Ansor dan pengurus PR NU Gersik Putih.
Pertemuan ini untuk meninjaklanjuti surat himbauan dari MWCNU Gapura untuk membentuk Tim Satgas Covid19 setiap PR NU se kecamatan Gapura dalam memutus mata rantai covid19.
Pertemuan yang diawali dengan pembacaan istighasah shalawat Nariyah sebanyak 11 kali yang dipimpin oleh K. Rahwini. Selanjutnya, sambutan khusus kepada Syuriah PR NU Gersik Putih K. Suto.
Dalam sambutannya, dia menghimbau kepada seluruh pimpinan setiap banom tetap menguatkan iman dan ketakwaan kepada sang pencipta virus, yaitu Allah SWT. Terkadang, rasa kekhawatiran masyarakat sangat kuat sehingga ia lupa kepada Allah. Sebab, Allah yang meciptakan virus tersebut.
“Adanya covid19 ini, setidaknya kita sadar dan menguatkan keimanan kepada Allah. Kebanyakan lupa kepada yang memberikan penyakit, tapi ingat ke penyakitnya, covid19,” tegas K. Suto kepada para pimpinan bonom NU.
Dia menegaskan, selain usaha batin atau keimanan yang kuat, juga harus seimbang dengan usaha dzahir, yaitu menjaga kesehatan tubuh dan selalu menjaga kebersihan, baik pada tubuh atau lingkungan.
Menurut catatan data Tim Puskesmas Gapura tanggal 19 April 2020, Gersik Putih belum masuk zona merah, tapi sebanyak 62 orang dalam pengawasan (ODP). Sebab, masyarakat desa Gersik Putih lebih banyak merantau ketimbang mencari rezeki di desa sendiri. (HN/Kontributor)