UIN Jakarta Kini Miliki Dua Jurnal Bereputasi Internasional

0
26
UIN Jakarta Kini Miliki Dua Jurnal Bereputasi Internasional
UIN Jakarta Kini Miliki Dua Jurnal Bereputasi Internasional

Ibadah.co.id – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kini memiliki dua jurnal bereputasi internasional. Hal ini karena salah satu jurnal UIN Jakarta bernama Jurnal Ahkam telah berhasil terindeks Scopus. Selain Jurnal Ahkam, UIN Jakarta juga memiliki jurnal Studia Islamika yang lebih dulu bereputasi internasional.

Seperti dilansir kemenag.go.id pada 18/2/21, Jurnal Ahkam yang diterbitkan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kini sudah tembus ke Scopus dan Sinta 1. Jurnal yang berdiri sejak 2015 ini telah memperoleh akreditasi Sinta 2 untuk kali kedua, sehingga sejak Februari 2021 sudah selevel jurnal bereputasi internasional lainnya.

Ditjen Pendidikan Islam kini memiliki delapan jurnal yang terindeks di Scopus dan terakreditasi Sinta 1, yakni:  JIIs (Journal of Indonesian Islam) UIN Sunan Ampel Surabaya;  QIJIS (Qudus International Journal of Islamic Studies) IAIN Kudus;  IJIMS (Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies) IAIN Salatiga;  Studia Islamika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta;  Al-Jami’ah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta;  Journal of Islamic Architecture UIN Maulana Malik Ibrahim;  Samarah UIN Ar-Raniry Banda Aceh; dan  Jurnal Ahkam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

“Kehadiran jurnal ilmiah bereputasi internasional, terutama yang fokus untuk disiplin ilmu-ilmu syariah, sangat strategis. Di samping untuk berkontribusi atas hasil riset dan kajian kesyariahan di dunia global, jurnal bereputasi internasional juga untuk mendorong produktivitas dan daya saing PTKI yang memiliki core business di bidang keislaman secara nyata,” terang Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani, di Jakarta, Rabu (17/2/2021).

Menurut pria yang biasa disapa Kang Dhani, capaian UIN Syarif Hidayatullah ini sangat luar biasa. “UIN Jakarta merupakan satu-satunya UIN di Indonesia yang kini telah memiliki 2 (dua) jurnal yang terindeks di Scopus sehingga telah terakreditasi Sinta 1. Selaku Dirjen, saya mengucapkan terima kasih dan selamat untuk UIN Jakarta,” ujarnya.

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Amany Lubis menyambut gembira keberhasilan Jurnal Ahkam tembus Scopus. Amany mengaku akan terus mendukung penyiapan jurnal-jurnal di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah agar menuju Scopus.

“Program penguatan dan penyiapan jurnal di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akan terus dilakukan untuk meningkatkan reputasi dan rekognisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di level internasional. Inilah salah satu upaya UIN Syarif Hidayatullah untuk meningkatkan daya saing di tingkat internasional,” tegas Amany.

“Keberhasilan jurnal Ahkam menuju Scopus adalah buah kegigihan UIN Syarif Hidayatullah untuk tampil terdepan dalam meningkatkan reputasi dan rekognisi internasional,” sambungnya.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Suyito, menyambut gembira dan bersyukur atas capaian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini. “Tentu, saya sangat bangga dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pimpinan UIN, dekan Syariah dan Hukum, serta sivitas akademika UIN Jakarta, wabil khusus para pengelola jurnal Ahkam. Sebab, capaian hingga tembus ke Scopus dan Sinta 1 memerlukan keuletan, kesabaran, dan keseriusan tersendiri,” ungkap Suyitno.

“Capaian ini semakin mempertegas atas prestasi dalam ajang Adiktis (Apresiasi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam) di akhir tahun 2020 lalu yang menobatkan UIN Jakarta sebagai PTKI Pemilik Jurnal Bereputasi Terbanyak (berdasarkan data ranking jurnal tingkat dunia dan science and technology index),” ucapnya lagi.

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Ahmad Tholabi Kharlie, menegaskan bahwa indeksasi Jurnal Ahkam ke Scopus menjadi salah satu terget capaian kinerja tahun 2021. “Fakultas Syariah dan Hukum memiliki tiga Jurnal Sinta 2 yang bermutu. Kita dukung dan arahkan agar semuanya menjadi jurnal ilmiah internasional yang bereputasi,” kata Tholabi yang juga reviewer Jurnal dan Ketua Forum Dekan Syariah dan Hukum PTKI se-Indonesia.

Upaya tembus ke Scopus memang membutuhkan keseriusan dan kesabaran yang luar biasa. Editor in-Chief Jurnal Ahkam, Khamami Zada, menyatakan dirinya telah melakukan persiapan serius sekurang-kurangnya dalam dua tahun terakhir agar tembus Scopus. Menurut Khamami, “Langkah serius yang dilakukan jurnal Ahkam adalah memperluas jaringan reviewer dan penulis internasional di lima dunia agar jurnal Ahkam lebih terbuka dalam jaringan internasional”.

Langkah berikutnya yang paling menentukan adalah menyeleksi dan memilih artikel-artikel yang memiliki substansi berbobot, novelty (kebaruan), dan standar bahasa Inggris yang tinggi berdasarkan hasil review secara konsisten dari editor Bahasa Inggris yang dimiliki Ahkam yang notabene jebolan perguruan tinggi ternama di mancanegara. Pola ini memastikan artikel-artikel yang akan diterbitkan memenuhi standar konten dan substansi yang dikehendaki Jurnal Ahkam. “Kita perluas reviewer dan penulis internasional agar Ahkam terkoneksi secara internasional. Seleksi artikel secara ketat pun dilakukan dengan fokus pada substansi dan bahasa,” tandasnya. (RB)