Toreh Prestasi! UIN Jakarta Masuk Top 15 Final Capstone Project Program Bangkit

Toreh Prestasi! UIN Jakarta Masuk Top 15 Final Capstone Project Program Bangkit
Toreh Prestasi! UIN Jakarta Masuk Top 15 Final Capstone Project Program Bangkit

Ibadah.co.id– Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadiem Makarim mengatakan bahwa dua tim dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Jakarta berhasil masuk dalam Top 15 Final Capstone Project pada Program Bangkit, Kemendikbudristek, secara virtual, Kamis (15/7).

Dua tim dari FST UIN Jakarta tepilih diantara Top 15 Final Capstone Project tersebut yaitu Baca dan Kaki Keenam. Masing-masing tim berhak mendapatkan dana 50,000 US Dollar (atau sekitar Rp70,000,000) serta peluang mendapatkan tambahan dana hibah menjadi 10,000 US Dollar.

Bangkit merupakan program pengembangan kompetensi mahasiswa untuk berkarir di dunia teknologi yang didesain melalui kemitraan Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Google, Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan mitra perguruan tinggi. Program ini ditawarkan melalui Kampus Merdeka.

Mendikbudristek Nadiem Makarim menyampaikan Program Bangkit diikuti sekitar 3.000 mahasiswa. Pada akhir program, terdapat  2.250 peserta yang lulus dari 250 perguruan tinggi. Terpilih Top 50 Capstone terbaik dari 483 tim yang kemudian disaring lagi menjadi Top 15.

Aplikasi Baca dikembangkan oleh dua mahasiswa Teknologi Informatika (TIF) FST UIN Jakarta Bayu Aji Setyawan dan Faishal Rayyan, bersama dengan satu tim dari perguruan tinggi lainnya.

Aplikasi yang merupakan bagian tema Education and Research ini merupakan platform pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi di Indonesia. Aplikasi ini dirancang sebagai game dengan teknologi deep learning agar pengguna mendapatkan pengalaman yang menyenangkan selama menggunakan aplikasi.

Sementara, Kaki Keenam  yang merupakan bagian dari Tema Economic Resilience dikembangkan oleh dua mahasiwa UIN Muhamad Dio Damiyati (TIF) dan Vahiya Prananta (SIF) bersama dengan mahasiswa dari Universitas Mataram dan Institut Teknologi Bandung.

Kaki keenam merupakan platform digital yang dapat membantu mempertemukan pedagang keliling dengan pembelinya, melalui sistem peta dan notifikasi yang membuat membeli makanan keliling semudah memencet tombol pesan. 

Ide projek ini awalnya muncul ketika keenam peserta ini menyadari bahwa mereka tidak tahu lagi kabar pedagang kantin kampus yang hilang kabarnya setelah pandemi.
 
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi sekaligus sebagai salah satu Dosen Pembimbing Program Bangkit ini sangat mengapresiasi kepada para peserta khususnya kepada para pemenang Top 15. Ia menyebutkan, ada sekitar 37 mahasiswa FST UIN yang juga berpartisipasi dalam Program Bangkit pada tahun ini. 

“Tahniah, semoga Program semacam ini bisa berlanjut, sangat bermanfaat, menginspirasi sekaligus aplikatif untuk masyarakat,” pesannya. 

Program Bangkit tahun 2021 ini dimulai sejak 15 Februari 2021 dengan aktivitas sekitar 700 jam kegiatan. Karena merupakan bagian dari Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) sehingga bisa dikonversi menjadi maksimum 20 Satuan Kredit Semester (SKS).

Baca Juga : IKALUIN Buat Buku Panduan Kurban Saat Pandemi

Program ini menawarkan empat learning path yaitu Machine Learning, Android Mobile Development, Artificial Intelligence, dan Cloud Computing. Pada akhir kegiatan, para peserta membuat tugas akhir (Final Capstone Project). (Kemenag/EA)

Baca Juga : UIN Jakarta Kini Miliki Dua Jurnal Bereputasi Internasional