Sekjen Kemenag : Kearifan Lokal, Akar Membangun Kehidupan Bersama

2
31
Sekjen Nizar Ali : Kearifan Lokal, Akar Membangun Kehidupan Bersama
Sekjen Nizar Ali : Kearifan Lokal, Akar Membangun Kehidupan Bersama

Ibadah.co.id –Dalam acara sidang ke-38 Sinode, Gereja Protestan Maluku (GPM), Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nizar Ali menyampaikan pentingnya kearifan lokal, tradisi, dan adat istiadat dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Hal tersebut disampaikannya saat mewakili pembacaan sambutan Menag Yaqut di Gereja Maranatha, Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Minggu (7/2).

Nizar mengatakan, nilai yang terkandung dalam kearifan lokal seperti kejernihan hati, penghormatan terhadap sesama, mawas diri, mengorbankan ego pribadi demi kepentingan bersama, serta keterbukaan terhadap dialog dan musyawarah dapat menguatkan persaudaraan antarmanusia.

Ia juga menyampaikan, jika nilai tersebut dirawat dan dijaga, maka dapat menjadi akar yang kuat dalam membangun kehidupan bersama yang harmonis, aman, dan damai.

“Umat kristen di Indonesia memiliki tanggungjawab untuk menumbuhkan, memelihara dan melestarikan keharmonisan hubungan sesama anak bangsa, sekalipun dalam keberagaman suku, budaya, agama dan lain-lain,” ujar Nizar.

Nizar juga menjelaskan, semboyan negara Bhineka Tunggal Ika harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari sebagai perwujudan rasa saling menghargai perbedaan dan keberagaman.

“Konflik keagamaan yang kerap terjadi, umumnya  dipicu oleh adanya sikap ekslusif, serta terjadinya kontestasi antar kelompok agama dalam meraih dukungan umat yang tidak dilandasi dengan sikap toleran,” tandasnya.

Menurut Nizar, dalam menghadapi kondisi tersebut, moderasi beragama menjadi sangat penting untuk dikembangkan dengan langkah yang strategis, sehingga terciptanya harmoni antarumat beragama.

“Moderasi perlu dipahami dan ditumbuhkembangkan sebagai komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan yang paripurna, di mana setiap warga masyarakat, baik suku, etnis, budaya, agama, dan pilihan politiknya mau saling mendengarkan satu sama lain serta saling belajar melatih kemampuan mengatasi perbedaan di antara mereka,” tururnya.

Dengan mengembangkan kearifan lokal dan moderasi beragama, Indonesia akan tumbuh menjadi negara yang rukun dan damai sehingga terciptanya keharmonisan dalam masyarakat. (EA)