Siapkan Madrasah Diniyah Model, Kemenag : Fokus Pada Standar dan Mutu

Siapkan Madrasah Diniyah Model, Kemenag : Fokus Pada Standar dan Mutu
Siapkan Madrasah Diniyah Model, Kemenag : Fokus Pada Standar dan Mutu

Ibadah.co.id–Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Waryono Abdul Ghofur mengatakan bahwa Kemenag tengah menyiapkan desain pengembangan Madrasah Diniyah Model (MDM) sebagai rujukan, meski tetap dalam status pendidikan non formal.

“Untuk membuat pemodelan, dibutuhkan berbagai kesiapan untuk menjamin keberlangsungan program dan penerapan sistem penjaminan mutu,” terang Waryono dalam kegiatan Sistem Penjaminan Mutu Madrasah Diniyah Takmiliyah di Jakarta, Jumat (30/4).

Menurut Waryono, pihaknya saat ini sedang mengupayakan pengarusutamaan Madrasah Diniyah. Dengan jumlah Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) yang mencapai 86 ribu, maka dari sisi fungsi dan kiprahnya harus diperkuat.

“Untuk itu, Kemenag akan fokus pada standar dan mutu MDT.” tandas Direktur PD Pontren tersebut.

Dengan kualifikasi dan standar yang meningkat, status takmiliyah (pelengkap) dengan sendirinya patut dihilangkan, agar layanan dan respons terhadap kebutuhan pengajaran dan Pendidikan Agama Islam masyarakat dapat terlayani maksimal. “Dengan kata lain, MD diharapkan menjadi arus utama, bukan lagi pelengkap,” paparnya.

Kasubdit Pendidikan Diniyah Takmiliyah Irhas Shobirin menambahkan, Madrasah Diniyah Model akan mengedepankan penerapaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Pola ini akan mengajak seluruh pemangku kepentingan Madrasah Diniyah untuk menjadikan mutu sebagai budaya.

“Sehingga, keberadaan dan kiprah Madrasah Diniyah makin kuat dan mampu melayani kebutuhan pengajaran pendidikan Agama Islam di masyarakat,” jelasnya.

Menteri Agama (2014-2019) Lukman Hakim Saifuddin menyambut baik rencana pengembangan MDM ini sebagai upaya mengembangkan Madrasah Diniyah.

“Saya menyambut positif beragam upaya pengembangan Madrasah Diniyah, termasuk pembentukan Madrasah Diniyah Model,” ujar pria yang akrab disapa LHS ini. 

Menurut LHS, Pendidikan Diniyah memiliki sejarah yang panjang dalam lanskap pendidikan Islam Indonesia. Pada mulanya pendidikan Islam Indonesia hanya mengenal dua model pendidikan Islam, yakni pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren. Pada perkembangan selanjutnya, pendidikan Islam mewujud pada perkembangan dan eksistensi Raudhatul Athfal, Madrasah, hingga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.

Dengan kematangan sejarah, serta potensi kualitatif serta kuantitatifnya, LHS berharap Madrasah Diniyah terus meneguhkan moderasi beragama dalam menjalankan visi dan misi kependidikannya. (EA)

Baca Juga : Peta Jalan Kemandirian Pesantren, Kemenag Lakukan Verifikasi Faktual

1 COMMENT