Permudah Transaksi Nasabah, BSI Resmi Luncurkan Single System

Permudah Transaksi Nasabah, BSI Resmi Luncurkan Single System
Permudah Transaksi Nasabah, BSI Resmi Luncurkan Single System

Ibadah.co.id–- Mulai hari ini, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi berjalan dalam satu sistem core banking yang akan mempermudah transaksi nasabah. Diluncurkannya single system ini juga menandai berakhirnya proses migrasi nasabah dari tiga bank syariah sebelumnya.

“Setelah resmi satu sistem yang hari ini Day One ke depan BSI akan terus memberikan layanan terbaik kepada seluruh nasabah dan menyelesaikan target untuk masuk ke top 10 bank syariah global pada 2025,” ujar Direktur Utama BSI, Hery Gunardi dalam konferensi pers Tasyakuran Single System BSI.

Pasca satu sistem core banking, maka seluruh produk dan layanan yang ada di tiga bank legacy sudah terintegrasi dan dapat dinikmati seluruhnya. Dengan single system ini, BSI ditetapkan memiliki sandi kode 451. Kode bank ex-legacy yakni 422 dan 427 sudah ditutup dalam sistem Bank Indonesia sehingga tidak dapat digunakan lagi. Segala transaksi yang melalui dua kode tersebut akan ditolak dan dana akan dikembalikan ke rekening pengirim.

Sementara terkait proses migrasi nasabah, BSI telah menyelesaikan seluruh proses tersebut pada bulan Juli 2021 atau 4 bulan lebih cepat dari target yang dicanangkan.

“BSI kini memiliki 1.365 cabang dan 15,5 juta nasabah, meski nanti untuk cabang akan kita rampingkan karena saat ini ada banyak yang berdekatan lokasinya,” ujar Wakil Direktur I BSI, Ngatari.

Baca Juga : Wah! BSI Siap Tumbuhkan Ekonomi Syariah Indonesia

Pertumbuhan Signifikan BSI

Pada kuartal III 2021, BSI tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp 2,26 triliun, naik 37,01 persen (yoy). Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp 219,19 triliun. Pembiayaan BSI mampu tumbuh sekitar 7,38 persen (yoy) mencapai Rp 163,32 triliun dengan NPF nett sebesar 1,02 persen.

Per September 2021, tabungan wadiah BSI juga tumbuh signifikan sebesar 16,22 persen yoy atau mencapai Rp 30,35 triliun. Adapun secara total tabungan, BSI membukukan pertumbuhan 11,57 persen yoy dengan angka mencapai Rp 91,43 triliun pada kurun waktu yang sama.

Pertumbuhan tabungan tersebut berdampak kepada membaiknya cost of fund BSI yang kini tercatat sekitar 2,10 persen. Persentase tersebut turun signifikan dibandingkan dengan Desember 2020 yang sebesar 2,67 persen. Sementara itu pembiayaan BSI mampu tumbuh sekitar 7,38 persen yoy yang mencapai Rp 163,32 triliun. BSI pun mampu menjaga kualitas pembiayaan (NPF) nett sebesar 1,02 persen.

Pertumbuhan pembiayaan disokong oleh pembiayaan konsumer yang mencapai Rp 77,89 triliun. Jumlah itu naik sekitar 21,43 persen yoy dari sebesar Rp 64,14 triliun. Disusul gadai emas yang tumbuh 15,58 persen yoy dengan penyaluran mencapai Rp 4,42 triliun dari sebelumnya Rp 3,82 triliun.Realisasi pembiayaan komersial BSI sepanjang Januari-September 2021 mencapai Rp 10,58 triliun, tumbuh sekitar 7,29 persen yoy dari sebelumnya sebesar Rp 9,86 triliun.

Adapun untuk sektor mikro berhasil tumbuh sekitar 4,74 persen.Sementara itu pertumbuhan pembiayaan kepada UMKM hingga September 2021 mencapai 22,93 persen atau meningkat dari posisi Desember 2020 yang sekitar 22,40 persen. Dengan sinergi yang baik dari berbagai segmen tersebut BSI mampu meningkatkan aset menjadi Rp 251,05 triliun atau naik sekitar 10,15 persen yoy dari Rp 227,92 triliun. (EA)

Baca Juga : Luar Biasa! Kinerja BSI Pasca Merger Semakin Solid

2 KOMENTAR