Ibadah.co.id-Axa Madiri adalah salah satu program tabungan pendidikan anak berjangka. Group Facebook Komonitas Bisa Menulis asuhan Isa Alamsyah ini dihebohkan beberapa tulisan penulis KBM tentang penipuan tabungan Axa Mandiri di saat krisisnya ekonomi covid-19.
Dikutip dari akun Ahmad Effendi Pepeng di Group FB KBM, Jumat (22/05), kejadian ini berawal dari seorang istrinya yang hendak mengurus ATM yang rusak untuk diganti ke ATM yang baru. CS Bank Mandiri menawarkan sebuah produk, yaitu pendidikan anak berjangka. Tentu sebagai orang tua akan berpikir positif untuk ke depan anaknya, terutama masalah biaya pendidikan.
Dia menyebutkan, saat itu istrinya minim dunia pendidikan, yang akhirnya tawaran dari CS Axa Mandiri diterima. Alasan istrinya menerima tawaran tersebut, yaitu di tabungan tersebut nama orang tua yang mendaftarkan anaknya akan diikut sertakan dalam asuransi jiwa, yaitu asuransi kematian.
Seiring berjalannya waktu, musibah datang dan menyebabkan perekonomian dunia anjlok, bahkan Indonesia, yaitu datangnya covid-19 atau virus corona. Banyak perusahaan mem-PHK pegawai atau meliburkan sampai situasi membaik sehingga ekonomi keluarga tidak berjalan stabil.
Dalam situasi saat ini, Ahmad Efendi Pepeng bersama keluarga kebingungan untuk melakukan pembayaran premi bulanan dengan nilai Rp. 500.000 per bulan. Kebingunan itu terjadi karena kurun waktu 3 bulan tidak menyetorkan premi bulanan, sebab keuangan tidak stabil.
Di saat itulah, Ahmad Efendi Pepeng mengecek saldo rekening Axa Mandiri menggunakan nomor polis via sms. Betapa terkejutnya, selama 2 tahun menjadi peserta tabungan pendidikan ternyata 50% saldonya tidak ada atau hangus. Akhirnya, dia mencari tahu di media sosial dan menemukan banyak keluhan dari pengguna Axa Mandiri saldonya hilang.
“Buat rekan-rekan komonitas group menulis ini. Tolong beritahu saudara, teman, atau siapa pun jua agar meninggalkan Axa Mandiri. Bagi yang telah bergabung ke dalamnya bila masih baru beberapa bulan, maka lakukan pembatalan dan permintaan refund full 100%. Bila sudah berjalan cukup lama, ajukan keluhan soal ini dan jangan isi tambungan rekening Anda, di mana premi diambil dari autodebet di sana. Jangan kita kesal mengikuti dan mengambil program itu, yang padahal bukan tabungan pendidikan anak, melainkan investasi bodong,” ujarnya dengan tertulis. (HN/Kontributor)