Lagi! Aktivis Perempuan Terkemuka Palestina Ini Diborgol Polisi Israel

Lagi! Aktivis Perempuan Terkemuka Palestina Ini Diborgol Polisi Israel
Lagi! Aktivis Perempuan Terkemuka Palestina Ini Diborgol Polisi Israel

Ibadah.co.id –Seorang perempuan yang merupakan aktivis terkemuka Palestina dtangkap oleh polisi Israel di kediamannya di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.

Seperti dilansir AFP, Minggu (6/6) aktivis perempuan tersebut diketahui bernama Muna el-Kurd. Ia ditangkap dan dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi. Dalam rekaman yang dibagikan di media sosial, Muna tampak diborgol dan dibawa oleh petugas keamanan keluar dari rumahnya.

Aktivis berusia 23 tahun tersebut dikenal sebagai ikon perjuangan hak warga Palestina yang terancam diusir akibat sengketa tanah di Sheikh Jarrah, yang memicu kekerasan beberapa waktu lalu.

Menurut penuturan sang ayah, polisi yang menggerebek kediamannya juga mencari saudara kembarnya, Muhammad. Saudara kembar Muna tersebut diketahui pergi mengajar di Ramallah dan rencananya akan kembali dan memenuhi panggilan polisi.

Muna dan Muhammad adalah dua aktivis yang gencar membela hak keluarga Palestina soal sengketa tanah di Sheikh Jarrah. Bahkan, di media sosial Twitter, keduanya memiliki lebih dari 180.000 pengikut, sementara di Instagram memiliki lebih dari setengah juta orang atas kampanyenya melawan Israel dengan tagar #SheikhJarrah dan #SaveSheikhJarrah.

Menurut hukum Israel, jika terdapat orang Yahudi dapat membuktikan bahwa keluarga mereka pernah tinggal di Yerusalem Timur sebelum perang Arab-Israel 1948, yang menciptakan negara Israel, mereka dapat meminta kembali properti mereka. Bahkan jika keluarga Palestina telah tinggal di sana selama beberapa dekade.

Jika mengikuti hukum tersebut, keluarga Palestina yang nenek moyangnya menjadi pengungsi dalam perang 1948, tidak memiliki hak untuk mendapatkan kembali rumah atau tanah mereka di wilayah tersebut.

Sebelumnya, seorang bocah perempuan Palestina menangis saat melihat kakak lelakinya ditangkap di sekitar Beit Hanina, Yerusalem Timur atas tuduhan melempar batu ke permukiman Israel pada 24 Mei lalu.

Video penangkapan itu diunggah oleh Direktur Eksekutif, Institut Kebijakan Publik untuk Palestina, Salem Barahmeh di media sosial dan memicu kemarahan publik. (EA)

Baca Juga : Perang Psikologis, Anak-Anak Gaza Tumbuh dengan Kondisi Mental yang Memprihatinkan

Baca Juga : Rasisme Kian Meningkat, “Peta Islam” Beri Stigma Buruk pada Muslim Austria