Ibadah.co.id – Orang yang sedang dalam keadaan tidur oleh Allah dicabut daya ingatnya. Sehingga apapun yang terjadi di alam nyata padaa saat seorang sedang tidur, ia tidak akan dapat mengingatnya sama sekali. Akan, tetapi keadaan seorang yang sedang tidur adakalanya sering membawa alam salam sadar pada apa yang dipikirkan sebelumnya. Termasuk misalkan mimpi mendapatkan rejeki yang banyak atau bahkan mimpi melihat ka’ba.
Pergi naik haji dan melihat Ka’bah tentu menjadi keinginan semua umat Islam. Tidak jarang keinginan ini kemudian terbawa hingga ke dalam mimpi saat tidur. Namun, apa arti mimpi sebenarnya dari melihat Ka’bah? Seperti dilansir dari My Islamic Dreeam, mimpi melihat ka’bah melambangkan doa seseorang, karena itu adalah titik fokus dari semua Muslim yang berdoa.
Ka’bah suci dalam mimpi juga mewakili Rumah Allah, masjid, pusat komunitas semua Muslim, dan itu mewakili seorang guru, penuntun, Islam, Alquran, tradisi kenabian, putra seseorang, sarjana agama, seorang syekh, seorang tuan, seorang suami, ibu seseorang, dan surga surgawi.
Selain itu, melihat Ka’bah dalam mimpi melambangkan kedamaian, ketenangan, memimpin orang lain. Selain itu, mimpi melihat Ka’bah juga bisa ditafsirkan bahwa seseorang akan menjadi pemenang di mana pun seseorang pergi.
Jika dalam mimpi itu kamu seperti tengah berjalan di dekat Ka’bah suci, atau meninggalkannya dalam mimpi, hal itu juga bisa berarti melawan tradisi Nabi Allah, dan mengikuti jalan inovasi, atau menafsirkan berbagai hal sesuai dengan pikiran dan kesukaan seseorang.
Jika seseorang melihat malaikat turun dari surga untuk mengangkat pilar Rumah Allah (Ka’bah) dari Mekah dan menempatkannya di kota yang berbeda dalam mimpi, itu bisa berarti orang bisa jadi telah tersesat dan waktu kehancuran telah tiba.
Sementara itu, jika seseorang melihat dirinya melakukan salat di Ka’bah dengan cara yang benar, mengamati ruku dan sajadah lengkap dan mengadopsi ketenangan batin dan ketenangan luar, maka itu berarti bahwa ia benar dibagi oleh Allah dan teguh pada sunnah Nabi Muhammad (sallallaahu-alayhi -semuanya).
Karena, salat adalah pilar utama Islam (setelah Iman) dan hubungan antara Allah dan hamba-Nya. Tetapi jika salatnya kurang khusyuk, itu bisa menunjukkan bahwa ia tidak memedulikan agamanya dan penghinaannya terhadap hal itu setara dengan kesalahan yang ia buat. (RB)