Sembako Akan Dikenakan PPN, Waketum MUI Angkat Bicara

Sembako Akan Dikenakan PPN, Waketum MUI Angkat Bicara
Sembako Akan Dikenakan PPN, Waketum MUI Angkat Bicara

Ibadah.co.id –Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas turut mengkritik pengenaan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) pada bahan kebutuhan pokok atau sembako oleh pemerintah. Ia mengatakan, kalau akan dikenakan PPN, maka dampaknya harga-harga sembako ikut naik.

“Sebenarnya harga sembako naik tidak masalah asal daya beli masyarakat tinggi. Cuma yang menjadi persoalan sekarang karena Pandemi Covid-19 usaha dan pendapatan masyarakat menurun,” ujar Anwar Abbas dilansir dalam SINDOnews, Jumat (11/6).

Menurutnya, ketika pendapatan masyarakat menurun, lalu sembako dikenakan PPN, maka yang akan sangat terpukul tentu saja masyarakat lapis bawah, apalagi yang terdampak pandemi.

“Jadi mungkin tidak kurang 40 sampai dengan 50 juta orang akan menjerit dibuatnya karena akibat dari kebijakan ini, akan membuat mereka menjadi tidak lagi mampu untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, dan bila itu yang terjadi maka tentu saja tingkat kesejahteraan mereka jelas akan menurun dan kesehatan mereka jelas akan terancam,” imbuhnya.

Bahkan, tidak mustahil anak-anak mereka akan kekurangan gizi dan akan menyebabkan terjadinya stunting. Sehingga, membuat anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

“Dan bila itu yang terjadi maka hal demikian jelas-jelas akan sangat-sangat merugikan bangsa tidak hanya untuk hari ini, tapi juga untuk masa depan.” ujarnya.

Oleh karena itu masalah pengenaan PPN terhadap sembako ini hendaknya benar-benar dipikirkan 100 kali oleh pemerintah apalagi kalau kita kaitkan dengan amanat konstitusi dimana tugas negara dan atau pemerintah adalah melindungi dan mensejahterakan rakyat,” sambungnya.

Ia juga menambahkan bahwa di dalam Pasal 33 UUD 1945 negara dan atau pemerintah diminta dan dituntut untuk bisa menciptakan sebesar-besar kemakmuran bagi rakyat. (EA)

Baca Juga : Belarusia dan Indonesia Gelar Kerja Sama Jaminan Produk Halal

Baca Juga : Ramai Isu Pinjol Hingga Kripto, MUI Bakal Gelar Ijtima’ Ulama

1 COMMENT