Berlakukan PPKM Darurat, Kemenag Bakal Revisi Edaran Idul Adha

Rumah Ibadah Zona PPKM Darurat & Zona Merah-Oranye Ditutup Sementara
Rumah Ibadah Zona PPKM Darurat & Zona Merah-Oranye Ditutup Sementara

Ibadah.co.id – Setelah pemerintah memutuskan untuk memberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Kemenag akan segera merevisi edaran penyelenggaraan Idul Adha yang disesuaikan dengan kebijakan PPKM.

Hal ini disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat memimpin rapat pimpinan (rapim) secara dalam jaringan (daring) bersama jajarannya. Menag memastikan kesiapan Kementerian Agama dalam menjalankan  Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Cakupan area PPKM meliputi 45 Kabupaten/Kota dengan nilai assesment 4 dan 76 Kabupaten/Kota dengan nilai assesment 3 di Pulau Jawa dan Bali.

Menurut Menag, kebijakan PPKM, tempat ibadah (Masjid, Musalla, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) ditutup sementara. 

“Secara khusus dalam menghadapi Idul Adha, kita akan segera lakukan revisi dan sosialisasi SE Pelaksanaan Salat Iduladha dan Pelaksanaan Qurban. Ini disesuaikan dengan PPKM,”  kata Menag di Jakarta, Kamis (1/7/2021).

Untuk sekolah dan madrasah, lanjut Menag, seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online/daring. Fasilitas umum, misanya area publik, taman umum, tempat wisata umum, dan area publik lainnya juga ditutup sementara. 

“Tidak benar rumah ibadah ditutup, sementara sektor pariwisata dibuka,” tandas Menag.

Menag menambahkan, kebijakan PPKM diterapkan sebagai upaya menurunkan penambahan kasus konfirmasi harian kurang 10ribu per-hari. Nantinya akan dilakukan pengetatan aktivitas untuk beberapa sektor kegiatan.

Baca Juga : Kabar Baik! Kemenag Segera Cairkan Anggaran Tukin Terutang Bagi Guru dan Dosen

Misalnya, dilaksanakan 100% Work From Home untuk sektor non esensial dan 50% untuk sektor esensial. Cakupan sektor esensial adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina, serta industri orientasi ekspor. (Kemenag/EA)

Baca Juga : Kemenag Rilis Surat Edaran Prokes Idul Adha Mulai dari Takbiran Hingga Kurban

1 COMMENT