PMD Muhammadiyah Kotabaru Alihkan Kurban jadi Zakat

0
114
PMD Muhammadiyah Kotabaru Alihkan Kurban jadi Zakat

Ibadah.co.id – Di masa pandemi covid-19, banyak perubahan sistem yang dilakukan baik perorangan, instansi ataupun organisasi Islam (ormas) tentang kebijakan dan mematuhi protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah Indonesia, termasuk juga pengalihan kurban menjadi zakat oleh PMD Muhammadiyah Kotabaru.

Sesuai dengan arahan maklumat resmi yang dikeluarkan PP Muhammadiyah pusat yang diikuti Pimpinan Muhammadiyah Daerah (PMD) Muhammadiyah Kotabaru, Lembaga Amil Zakat Infak dan Shadakah Muhammadiyah (LazisMu) beserta Lembaga dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah se-Kabupaten Kotabaru mengalihkan sistem kurban menjadi zakat di masa pandemi covid-19.

Dalam keterangannya, dikutip dari Muhammadiyah, Selasa (04/08), Ketua PMD Muhammadiyah Kotabaru, Abdul Samad mengatakan di masa pandemi sekarang semangat juang Warga Persyarikatan Muhammadiyah Kotabaru sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya dana yang terkumpul dan kemudian diberikan kepada masyarakat yang kurang beruntung.

Menurutnya, meskipun ada maklumat yang dikeluarkan PP Muhammadiyah pusat tentang pengalihan hewan kurban menjadi zakat. Namun, ada sebagian masyarakat yang tetap melaksanakan kurban dan memberikan kepada warga yang kurang mampu.

“Ada masih sebagian masyarakat atau jamaah kita yang beranggapan bahwa kurban itu adalah meyembelih dan bukan dalam bentuk yang lain. Tapi yang saya tangkap dari kegiatan ini artinya di tengah pandemi covid-19 meningkatkan kesadaran warga kita untuk berinfak,” kata dia.

Abdul Samad berharap kepada warga Muhammadiyah Kotabaru untuk tetap meningkatkan semangat  filantropi. Dalam konteks Idul Adha atau Ibadah Kurban, bahwa kurban tidak selamanya diartikan dengan pemotongan hewan, namun juga bisa dialihkan dalam bentuk lainnya yang memberikan kemanfaatan kepada yang membutuhkan.

Selain itu, Kepala Kantor Layanan LazisMu Kabupaten Kotabaru, Syalafuddin menambahkan pihaknya melakukan pemotongan 17 ekor sapi dan 5 ekor kambing di momen hari raya Idul Adha. Daging tersebut akan disalurkan di Kecamatan Sengayam, sebab selain menggebirakan yang terdampak covid-19 juga di kawasan tersebut banyak orang mualaf.

“Di sana selain warga terdampak covid-19, serta di daerah tersebut merupakan Kawasan yang dihuni mayoritas mualaf. Jadi selain untuk membantu warga terdampak covid-19, daging kurban juga untuk mengembirakan,” ujarnya.

Syalafuddin menambahkan,  pemotongan hewan kurban dilakukan pada 1 Agustus 2020 bertempat di Masjid Al Istiqomah, Kabupaten Kotabaru. Terkait dengan maklumat yang dikeluarkan PP Muhammadiyah tentang pangalihan kurban menjadi zakat, pihaknya tetap melaksakan maklumat tersebut. Namun, terlanjur disembelih, maka daging kurban tersebut tetap ditasyarufkan kepada orang yang berhak menerimanya. (HN/Kontributor)