Ibadah.co.id-Berada di lingkungan pesantren, tidak asing dengan sosok K. Dardiri Zubairi. Beliau putra keempat dari Alm. KH. Zubairi Marzuki dan Hj. Muzayyanah, pendiri pesantren Nasy’atul Muta’allimin Gapura Timur, Gapura, Sumenep.
Beliau dibesarkan dan diberi ilmu secara langsung oleh sang Abah. Beliau menempuh pendidikan selama 12 tahun, yaitu: MI, MTs sampai MA di lembaga Nasy’atul Muta’allimin dan melanjutkan kuliah di IAIN Jakarta (red: UIN Jakarta).
Di lingkungan pesantren, beliau dikenal sosok inspirator, tegas, pendiam, penyabar dan mungkin masih banyak lagi kelebihan-kelebihannya. Misalnya, di dalam kelas, beliau selalu memberikan motivasi kepada anak didiknya serta membangkit daya berpikir logis untuk mengembangkan intelektual anak bangsa.
Beliau juga dikenal penyabar, jika ada santri yang melanggar, beliau tidak menampakkan aura kemarahannya, melainkan menegur secara halus sehingga mendorong alam sadar santri tersebut untuk berubah.
Sama halnya sebuah pepatah, air beriak tanda tak dalam. Artinya, orang yang banyak bicara tanda bahwa ilmunya tak dalam. Kebalikan dari pepatah itulah yang pantas untuk beliau. Beliau hanya berbicara seperlunya saja dan lebih banyak berpikir dan menulis. Lewat pepatah tersebut, bahwa kedalaman ilmu beliau tidak diragukan lagi. (HN/Kontributor)
Sumber: Jurnal Imtihan Nasy’atul Muta’allimin