Ahok Ditolak Sebab Masa Lalu Suram oleh Mujahid 212

Mujahid 212 menolak Ahok
Damai, yang mengatasnamakan mujahid 212 menolak Ahok sebagai kandidat pemimpin Ibu Kota Baru setelah perpindahan Ibu Kota ke Kalimantan.

Ibadah.co.id-Basuki Thahaja Purnama (Ahok) yang ditargetkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) sebagai Kepala Badan Otoritas Ibu Kota Negara (IKN) ditolak para mujahid 212. Selain itu, mereka juga menolak atas perpindahan Ibu Kota Negara Indonesia ke Kalimantan Timur.

Sikap penolakan itu disampaikan oleh ketua Korlobi Damai Hari Lubis, yang mengatasnamakan Mujahid 212. Seorang aktivis keislaman yang mementingkan kepentingan umat daripada kepentingan diri sendiri.

Damai sebagai salah satu Mujahid 212 angkat bicara soal pemberitaan bahwa Ahok menjadi salah satu kandidat pimpinan Ibu Kota baru. Alasan rekam jejak jejaknya selama di DKI Jakarta. Banyak masala lalu yang suram, mulai dari penistaan agama, isu korupsi Ahok yang terselesaikan secara transparan ke publik, dan kejelasan hukum atas dirinya selama mempimpin wabup dan gubenur DKI Jakarta sebelum priode Anies Baswedan.

“Sementara Ahok jelas pribadi yang rawan, karena faktor trust yang banyak melilit dirinya. Bahkan issue untrusting dimaksud adalah terkait dengan lembaga anti rasuah alias KPK bersumber dari bukti autentik, bukti yang dikeluarkan oleh lembaga negara (BPK). Bahkan data tak terbantahkan salah satunya biografinya berstatus eks napi, karena fakta hukum Ahok dulu menistakan Al-Qur’an, kitab suci umat muslim, umat mayoritas negeri ini, dengan modus ‘menghina’ surah Al-Maidah ayat 51,” ujar dia, dilansir Detik.com (05/03).

Damai juga meminta keada Presiden Jokowi untuk mendengarkan suara mujahid 212 sebelum dirembukkan dengan DPR RI perpindahan Ibu Kota Indonesia ke Kalimantan Timur dan penolakan tegas Basuki Thaja Purnama sebagai pimpinan ibu kota yang baru. (HN/Kontributor)

2 COMMENTS