Bank Syariah Berperan Besar Bagi Ekosistem Industri Halal

Bank Syariah Berperan Besar Bagi Ekosistem Industri Halal
Bank Syariah Berperan Besar Bagi Ekosistem Industri Halal

Ibadah.co.id – Bank syariah disebut berperan besar bagi ekosistem industri halal di Indonesia. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi. Hal ini mesti dimanfaatkan sebagai salah satu kekuatan Indonesia di mata dunia global.

Chairman Indonesia Halal lifestyle Center sekaligus anggota Dewan Pakar PP MES Sapta Nirwandar bahwa Indonesia sekarang masih menjadi negara konsumen terbesar di dunia. Hal ini perlu dievaluasi agar Indonesia bukan saja menjadi konsumen, melainkan juga menjadi produsen.

Seperti dilansir medcom.id pada 5/7/21, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) yang juga Bendahara Umum Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (PP MES) Hery Gunardi menyebutkan potensi industri halal Indonesia yang dapat dibiayai oleh bank syariah bisa mencapai kisaran angka Rp420 triliun hingga Rp714 triliun.

“Potensi Industri halal yang mampu kita biayai di kisaran angka Rp420 hingga Rp714 triliun namun realisasinya masih di bawah potensi minimum,” kata Hery, dilansir dari Antara, Senin, 5 Juli 2021.

Oleh sebab itu, Hery terus mendorong pentingnya peran bank syariah dalam penguatan ekosistem halal food dan halal fashion yang berkelanjutan. Hery menuturkan kedepannya BSI akan mengembangkan secara masif pola-pola kemitraan dengan berbagai pihak agar bank syariah dapat berperan lebih dalam penguatan halal value chain di Indonesia.

Sementara itu, Chairman Indonesia Halal lifestyle Center sekaligus anggota Dewan Pakar PP MES Sapta Nirwandar mengatakan potensi industri halal global saat ini yang didominasi oleh halal food dan halal fashion.

“Untuk food sendiri pada masa pendemi seperti sekarang kebutuhannya naik. Jadi wajar jika saat ini kita perlu fokuskan ke sektor halal food, halal labeling menjadi kebutuhan yang sangat penting,” katanya.

Menurut Sapta, Indonesia menjadi pusat industri halal namun dalam posisi sebagai konsumen karena untuk penyuplai masih didominasi negara non muslim bahkan untuk negara-negara Organization of Islamic Cooperation (OIC). Peringkat pertama eksportir produk halal adalah Brazil memcapai USD16,2 miliar, diikuti India dengan nilai ekspor sebesar USD14,4 miliar. “Memang kita ini jadi negara top di sektor industri halal tapi sebagai consumer. Indonesia menjadi konsumen halal food peringkat pertama sebesar USD114 miliar,” pungkasnya. (RB)