Palestina Berduka, Aktivis HAM Nizar Banat “Dipukuli” Hingga Wafat

Hot News !!

Ibadah.co.id –Palestina kembali berduka, seorang aktivis hak asasi manusia (HAM) dan kritikus Otoritas Palestina (PA) Nizar Banat meninggal dunia pada Kamis (24/6). Menurut informasi yang beredar, Nizar Banat meninggal usai pasukan keamanan menyerbu rumahnya, menangkap dan memukulinya.

Keluarga Nizar Banat pun mengatakan bahwa Nizar telah dipukuli sampai mati, dalam sebuah insiden yang memicu kemarahan sesama aktivis, protes di kota Ramallah, Tepi Barat, dan seruan untuk penyelidikan.

Sementara itu, Gubernur Hebron Jibrin al-Bakri mengatakan Banat (43), yang berasal dari kota itu, ditangkap pada Kamis pagi oleh pasukan keamanan PA.

“Menindaklanjuti adanya panggilan dari penuntut umum untuk menangkap warga negara Nizar Khalil Muhammad Banat, aparat keamanan menangkapnya pada dini hari,” kata Bakri dilansir dalam WAFA, yang dinukil The New Arab, Jumat (25/6).

Namun al-Bakri tidak menyebutkan alasan penangkapan Banat. Gubernur Hebron itu hanya mengatakan bahwa selama penangkapan Banat, kesehatannya memburuk.

“Dia segera dipindahkan ke rumah sakit pemerintah Hebron. Setelah dia diperiksa oleh dokter, dia dinyatakan meninggal,” ujarnya.

Sepupu Banat, Hussein Banat, mengatakan kepada AFP sekitar 25 pria bersenjata telah masuk ke rumah aktivis itu saat dia sedang tidur dan menggunakan semprotan merica untuk menenangkannya.

“Sebuah kekuatan besar masuk dan secara agresif melepas semua pakaiannya kemudian memukulinya selama delapan menit berturut-turut,” ungkapnya.

Berbicara kepada situs berita al-Quds, anggota keluarga Banat lainnya menuduh pasukan keamanan memukul kepalanya dengan tongkat kayu dan potongan besi dan dengan sengaja membunuhnya.

Baca Juga : Viral! Einstein Sempat Prediksi Zionis Israel Akan Runtuh, Begini Isi Suratnya

Sebelumnya diketahui bahwa Nizar Banat dikenal karena videonya yang diposting di Facebook, di mana dia mengecam dugaan korupsi di PA. Dia telah terdaftar sebagai kandidat dalam pemilihan parlemen Palestina, yang telah ditetapkan pada Mei sampai presiden Mahmud Abbas menundanya tanpa batas waktu. (EA)

Baca Juga : Lagi! Aktivis Perempuan Terkemuka Palestina Ini Diborgol Polisi Israel

Articles

4 KOMENTAR

- Advertisement -spot_img

Breaking News