Begini Cara Memaknai Hari Ayah Nasional Dalam Islam

Ayah
Sumber : Pixabay.com || Ilustrasi Ayah.

Ibadah.co.id – 12 November di Indonesia diperingati sebagai Hari Ayah Nasional. Hari Ayah hadir atas prakasa paguyuban satu hati, lintas agama, dan budaya bernama Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP). Perayaan hari ini dimulai sejak tahun 2006 dan bukan merupakan hari libur nasional.

Ayah merupakan adalah tulang punggung, sandaran, dan pelindung dalam sebuah rumah tangga. Selain itu juga, ayah merupakan seorang imam yang berkewajiban menuntun dan membimbing keluarganya menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Dalam sebuah keluarga, ayah berperan untuk mengarahkan kita agar senantiasa berada dalam ketaatan kepada Allah.

Memperingati Hari Ayah Nasional memang patut dilakukan, sebab ditengah kesibukannya sebagai orang yang menafkahi keluarga, sebagai imam keluarga, sebagai pendidik anak, dan lain-lain, seorang ayah masih sempat mencurahkan kasih sayangnya kepada anak-anak.

Sifat Ayah seperti ini sebenarnya merupakan teladan dari Rasulullah SAW. Seperti dikutip dari laman NU Online, Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang sibuk mengurus pemerintahan, memimpin pasukan, menegakkan hukum, bernegosiasi dengan delegasi, mengajar para sahabat, menerima wahyu, dan mendakwahkan Islam, bahkan mengirim surat kepada para raja dan pemimpin dunia.

Namun, di sela-sela kesibukannya, beliau ternyata seorang yang bertanggung jawab dan penuh perhatian kepada keluarga, kepada anak-istri, cucu, bahkan anak-anak di sekitarnya. Ayah merupakan sosok pelindung dan seorang yang lemah-lembut terhadap keluarga.

Dalam Surah An-Nisa ayat 34 Allah berfirman, “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka…

Ketika mencari nafkah, tugas Ayah tidaklah mudah karena harus memastikan harta yang diperolehnya terjamin kehalalannya.

Allah SWT berfirman, “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.” (QS. An-Nahl: 114).

Jadi bisa disimpulkan bahwa menjadi seorang Ayah merupakan tanggung jawab yang berat. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk senantiasa menghormati Ayah. (AFZ)

Baca juga : Ketua BWI Harap Nazhir Punya Kemampuan Expert dalam Mengelola Wakaf

Baca juga : Sinergi BAZNAS-Danareksa Bangun Sanitasi Layak Warga Kurang Mampu